backgroud
logo

Opini

 

Perkuat Rasa Cinta Tanah Air dengan Memegang Teguh Konsensus Kebangsaan

Perkuat Rasa Cinta Tanah Air dengan Memegang Teguh Konsensus Kebangsaan

 
Perkuat Rasa Cinta Tanah Air dengan Memegang Teguh Konsensus Kebangsaan
Perkuat Rasa Cinta Tanah Air dengan Memegang Teguh Konsensus Kebangsaan. (net)
WJtoday
Rabu, 29 Januari 2020 | 20:11 WIB
DALAM dekade 20 tahun terakhir ini, marak terjadinya penyebaran faham radikalisme yang anti-Pancasila, anti-UUD 1845, anti-Bhinneka Tunggal Ika, dan anti-Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tersebut disebabkan sudah menipisnya rasa nasionalisme. Sejak era Reformasi bergulir, kelompok pengusung radikalisme leluasa melakukan penyebaran fahamnya melalui berbagai sektor kehidupan. Akibatnya 4 konsensus nasional, yakni Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI seakan ditinggalkan.

Wawasan kebangsaan tidak lain adalah 4 konsensus nasional tersebut yang merupakan kekuatan bangsa Indonesia. Karena itu setiap warga negara harus memiliki wawasan kebangsaan agar Indonesia menjadi negara besar, berdaulat, adil, dan makmur.

Mulai tahun ini, anggota DPRD Jabar secara aktif akan berpartisipasi menyosialisakan konsensus kebangsaan tersebut, dengan menemui langsung masyarakat di daerah pemilihannya masing-masing.

Tujuannya adalah untuk menyampaikan pentingnya memperkuat rasa cinta dan kepedulian kepada Tanah Air dengan memegang teguh konsensus kebangsaan. 

Diharapkan program ini memiliki aspek benefit bagi masyarakat Jabar untuk lebih menghormati dan menjaga budaya lokal yang ada di daerahnya. Selain itu juga untuk menghormati perbedaan yang ada dalam masyarakat dengan Pancasila sebagai dasar dalam bermasyarakat.

Perjuangan Berlandaskan Persatuan dan Kesatuan Bangsa 
Wawasan kebangsaan sendiri lahir ketika bangsa Indonesia berjuang membebaskan diri dari segala bentuk penjajahan. Perjuangan bangsa Indonesia yang waktu itu bersifat lokal, nyatanya tidak membawa hasil, karena belum adanya persatuan dan kesatuan.

Dalam perkembangan selanjutnya, muncul kesadaran bahwa perjuangan yang bersifat nasional, yakni perjuangan yang berlandaskan persatuan dan kesatuan dari seluruh bangsa Indonesia akan mempunyai kekuatan nyata.

Kesadaran tersebut kemudian mendapatkan bentuk dengan lahirnya pergerakan Budi Utomo yang merupakan tonggak awal sejarah perjuangan bangsa yang bersifat nasional. 
Tekad perjuangan itu lebih tegas lagi dengan lahirnya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dengan ikrar 'Satu Nusa, Satu Bangsa, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia'. Wawasan kebangsaan tersebut kemudian mencapai puncaknya dengan diproklamirkannya Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Dalam kerangka NKRI, wawasan kebangsaan adalah cara kita sebagai bangsa Indonesia di dalam memandang diri dan lingkungannya dalam mencapai tujuan nasional. Yang mencakup perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai kesatuan politik, sosial budaya, ekonomi, dan pertahanan keamanan, dengan berpedoman pada falsafah Pancasila dan UUD 1945.

Wawasan kebangsaan mengamanatkan kepada seluruh bangsa agar menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Wawasan kebangsaan mengembangkan persatuan Indonesia sedemikian rupa sehingga asas Bhinneka Tunggal Ika dipertahankan. ***

Raden Tedi
Anggota Komisi I DPRD Jabar

WJT / dms

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya