backgroud
logo

Ekspresi

 

Melalui Event Hobbies Day Out 2020 Pecinta Rilisan Fisik Terus Bertahan

Melalui Event Hobbies Day Out 2020 Pecinta Rilisan Fisik Terus Bertahan

 
Melalui Event Hobbies Day Out 2020 Pecinta Rilisan Fisik Terus Bertahan
Melalui Event Hobbies Day Out 2020 Pecinta Rilisan Fisik Terus Bertahan. (wjtoday.com/yuga hasani)
yuga m hassani
Sabtu, 15 Februari 2020 | 11:18 WIB
WJtoday, Bandung - Para pelaku penjual rilisan fisik selalu mempunyai cara untuk bertahan di scene musik. Meski kejayaan rilisan fisik mulai berkurang, ada saja penikmat musik yang mencari rilisan fisik.

Salah satu dengan menggelar Hoobies Day Out (HBO) 2020. Ketua Panitia HBO 2020 Irwan Kurniawan mengatakan, melalui kegiatan tersebut bisa mengedukasi masyarakat bahwa rilisan fisik itu sangat penting. Selain itu melalui kegiatan HBO bisa dijadikan ajang silaturahmi bagi setiap pelaku penjual rilisan fisik.

"Dengan ini kami ingin bisa mengedukasi masyarakat bahwa rilisan fisik penting. Ini juga dijadikan ajang silaturahmi dengan para penjual rilisan fisik," ucap Irwan saat ditemui di event HBO 2020 di Artifex Space, Jalan Martanegara  Kota Bandung, Jumat (14/2/2020) malam.

Irwan menyebutkan, dalam kegiatan HBO 2020 banyak brand-brand lokal yang bagus. Dengan itu pihaknya menginginkan dengan adanya HBO bisa menjadikan brand lokal sebagai ajang promosi.

"Ini biasanya mereka para brand-brand lokal menjual secara online. Mereka juga biasanya tidak mempunyai toko secara offline. Dengan itu mereka disatukan disini dan para pecinta rilisan fisik bisa berkumpul di sini," katanya.


Brand-brand yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan HBO 2020 di antaranya, Extreme Soul Production, Stockers Record, Trash Zone 69, Buddy Golleer, Namakustore, Kampfen Rebellution, Pop Clubb, Etica Streetwear Socks, Heartbeat.inc, Fightfall, Hell Enterprise, Wox13 Merch, Marstten Gallery, Post Gery Records, dan Fiction Rock Merch.

Selain stand-stand rilisan fisik, ada beberapa band pengisi acara yang memeriahkan dengan akustik, di antaranya, The Eastigers, Naon Band, BPW Punk, Salahasuhan, Barroom Hero, Life After Death, dan Lenstarasta. 

Irwan menyebutkan, banyak yang bisa diambil melalui rilisan fisik. Pihaknya menyebutkan ketika ada orang yang menyukai artwork biasanya hanya membeli kaset atau CD, kemudian kadang bisa merambah ke merchandise.

"Yang suka rilisan fisik biasanya asalnya hanya suka artworknya, dan bisa merambah ke yang lainnya. Dengan artwork yang ada di rilisan fisik bisa juga menghasilkan pundi-pundi keuangan," tegasnya.

Selain itu, ada Hearing Session dari Dimas Djockie salah satu personel Rentenir Fc, Sir Iyai dari Sir Iyai Music, Deddy Permadi dari Indonesian Death Metal, Dkuze Mawar Berduri dari Pin Rose Record. Kemudian ada juga dari band hardcore pendatang baru, yakni Beatout Hardcore. Selain itu ada band metal Bandung, Epigraph. ***

ymh / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Lainnya