backgroud
logo

Bisnis

 

Ekonomi Terdampak Covid19, Pemprov Jabar Tingkatkan Perdagangan Antarprovinsi

Ekonomi Terdampak Covid19, Pemprov Jabar Tingkatkan Perdagangan Antarprovinsi

 
Ekonomi Terdampak Covid19, Pemprov Jabar Tingkatkan Perdagangan Antarprovinsi
Gubernur Emil saat memimpin Rapat Pimpinan di Gedung Bapenda Jabar, Senin (17/2/2020).. (wjtoday.com/yuga m hassani)
yuga m hassani
Senin, 17 Februari 2020 | 16:46 WIB
WJtoday, Bandung - Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebutkan saat ini akan terus melakukan upaya dalam peningkatan di sektor perekonomian di Jabar. 

Apalagi setelah adanya dampak dari merebaknya virus Covid19 yang membuat pertumbuhan ekonomi menurun, termasuk di Jabar. 

"Jadi di Jabar ini sedang dihitung, antisipasi, secara umum kan (ekonomi) lagi menurun. Sudah menurun, ditambah oleh Covid19. Nah ini dampaknya seperti apa, jadi setelah dipaparkan, kita akan gerak cepat, salah satunya adalah mengantisipasi impor," kata Emil di sela-sela memimpin Rapat Pimpinan di Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Senin (17/2/2020).

Salah satu upaya tersebut, di antarnya memperkecil volume impor, khususnya dari China yang merupakan pusat penyebaran Virus Covid19. Selanjutnya lebih mengarahkan pemenuhan komoditas dari provinsi lain di Indonesia.

Emil memaparkan, selama ini Jabar banyak bergantung pada barang impor, salah satunya dari Tiongkok. Karena itu, pihaknya akan menggeser pasokan sejumlah komoditas ke daerah-daerah di regional Indonesia. Pasalnya, selama ini perdagangan komoditas dari dan ke provinsi lain masih belum maksimal.

"Daripada impor dari luar negeri, mending 'impor' dari Sulawesi, Jatim, Sumatera, dan lain-lain. Ini ada 5 komoditas termasuk bawang putih, yang kita kan relatif lebih baik proses penjagaan harganya," paparnya.

Dia mengatakan, kelima komoditas tersebut akan terus diupayakan, sehingga Jabar harus tangguh terhadap guncangan guncangan ekonomi dunia dan krisis kesehatan dengan menguatkan ekonomi regional.

"Lima komuditas yang akan diimpor tersebut di antaranya, Telor, daging sapi, bawang putih, beras, minyak goreng, dan gula pasir," katanya

Pihaknya menjelaskan secara umum ekonomi Jabar menurun, akan tetapi masih di atas rata-rata nasional. Sedangkan kemiskinan di Jabarmenurun dibanding 2018 lalu.

"Kita kan 5.09%, nasional 5.04%. Tapi 3 indeks bagus, di antaranya, kemiskinan turun, 2018 sebesar 7.25%, 2019 turun jadi 6.82%. Daya beli naik alhamdulillah dari 10.79% di tahun 2018, naik jadi 11.15%," jelas Emil.

Dia menambahkan Gepjenerasio Jabar juga turun dari 0.4% menjadi 0.39%. Emil menegaskan, walaupun pertumbuhan berdampak pada ekonomi global, namun  fundamental ekonomi Jabar tetap bagus.

"Orang miskinnya turun, daya belinya naik, gap-nya juga mengecil. Saya kira itu berita baik yang perlu disampaikan juga", pungkasnya. ***

ymh / dms

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya