backgroud
logo

Fokus

 

Curah Hujan Tinggi, Sejumlah Daerah di Wilayah Jabar Dilanda Banjir dan Longsor

Curah Hujan Tinggi, Sejumlah Daerah di Wilayah Jabar Dilanda Banjir dan Longsor

 
Curah Hujan Tinggi, Sejumlah Daerah di Wilayah Jabar Dilanda Banjir dan Longsor
Banjir di salah satu jalan di Kota Bandung, Senin sore (17/2/2020).. (antara)
WJtoday
Selasa, 18 Februari 2020 | 07:33 WIB
WJtoday, Bandung - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur beberapa wilayah di Jawa Barat (Jabar) menyebabkan beberapa daerah di Jawa Barat dilanda banjir dan longsor.

Kota Bandung Disergap Banjir
Hujan yang turun sejak tengah hari hingga sore menjelang malam senin (17/2/2020) memperlihatkan  titik-titik banjir terpantau berada di daerah Bandung Timur dan Bandung Selatan. 

Banjir rata-rata mulai terjadi pada pukul 14.00 WIB, mengikuti hujan deras yang mengguyur sejak pukul 13.00 WIB. Terjadi di Jalan Rumah Sakit pukul 14.15 WIB, banjir setinggi sekitar 30 cm menggenangi jalan raya menuju Jalan Ujungberung.

Banjir juga terjadi di jalan Soekarno Hatta menuju Gedebage. Perempatan Gedebage jterendam banjir dengan ketinggian 30 cm dan menyebabkan lalu lintas sekitarnya tersendat. Masih di daerah Gedebage, Pasar Gedebage dilaporkan terendam banjir setinggi lutut orang dewasa, menyebabkan jalur lalu lintas ke arah timur maupun barat terkena macet.

Sementara itu, banjir setinggi lutut orang dewasa juga dilaporkan terjadi pada pukul 15.15 di terowongan Cibaduyut. Para pengguna kendaraan motor diimbau untuk mencari jalur alternatif karena ditakutkan kendaraan akan mogok terendam banjir.

Hujan deras juga mengakibatkan tiga kios ambrol dan hanyut di tepi Sungai Cidurian, Jalan PH.H. Mustofa. Kondisi cuaca Bandung dari siang hari menuju malam terus diguyur hujan. Hal tersebut menyebabkan meluapnya limpahan air di Sungai Cidurian.

Tiga Kecamatan di Kabupaten Bandung Kembali Dilanda Banjir
Hujan deras yang turun pada Minggu (16/2/2020) siang hingga sore mengakibatkan sejumlah bencana banjir dan longsor terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung .

Dari data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung menyebutkan ada tiga kecamatan yang kembali digenangi banjir yaitu Kecamatan Dayeuhkolot, Kecamatan Baleendah dan Kecamatan Bojongsoang.

"Yang tertinggi banjir terjadi di Kecamatan Dayeuhkolot, di sana ketinggian air hingga mencapai 150 centimeter," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Enjang Wahyudin, di Bandung, Senin (17/2/2020).

Akibatnya puluhan ribu jiwa terdampak oleh bencana banjir yang disebabkan luapan Sungai Citarum itu. Sebelumnya pada Minggu (16/2/2020) hujan memang mengguyur sebagian besar kawasan Kabupaten Bandung sehingga debit air di Citarum naik.

Selain itu, di Kabupaten Bandung ada dua peristiwa longsor dan satu tanggul jebol. Peristiwa longsor itu terjadi di Desa Padasuka, Kecamatan Cimenyan dan di Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali. Sedangkan tanggul jebol terjadi di Desa Panyadap, Kecamatan Solokan Jeruk.

Salah satu akses ke Geopark Ciletuh yang tertutup longsoran tanah.

Banjir dan Longsor di Sukabumi, Akses ke Geopark Ciletuh Terdampak
Sejumlah ruas jalan di Sukabumi, Jawa Barat tertimbun longsor pada Minggu (16/2/2020) kemarin. Camat Ciemas AG Sanjaya mengatakan, bencana longsor terjadi di Jalan Loji-Palangpang Ciwaru di Batu Cakup, Puncak Darma, Desa Ciemas, dan Jalan Tamanjaya-Ciwaru di Tanjakan Cipeucang, Desa Mekarsakti.

Hal tersebut menyebabkan ruas jalan tersebut tidak bisa dilintasi kendaraan bermotor sejak Minggu, malam. Dampaknya, sejumlah wisatawan tidak bisa pulang dan pada Ahad malam berada di rumah warga.

Selain itu, kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi masih ditutup akibat akses jalan di area wisata itu yang tertimbun material longsor. Hingga Senin (17/2/2020)  ini, petugas gabungan khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi masih berupaya membersihkan jalan dengan alat berat.

Dari data yang dihimpun ada sejumlah ruas jalan utama menuju beberapa obyek wisata di wilayah Desa Ciwaru, Ciemas tertimbun tanah longsor. Sementara banjir akibat luapan Sungai Ciletuh dan Sungai Cimarinjung terjadi di Desa Ciwaru, Mandrajaya, Mekarsaktii, Cibenda, dan Sidamulya.

Sungai Cisanggarung Meluap, 8 Desa di Kabupaten Cirebon Terendam
Kerusakan pintu air Sungai Cisanggarung membuat air sungai membanjiri delapan desa di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, dan mengakibatkan rumah-rumah warga tergenang.

"Enam pintu air (kelep) Sungai Cisanggarung rusak, sehingga banjir merendam pemukiman warga," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon Dadang Suhendra di Cirebon, seperti dikutip Antara, Senin (17/2/2020).

Kalau pintu-pintu air itu tidak segera diperbaiki, ia mengatakan, banjir akan mengancam permukiman warga di bantaran Sungai Cisanggarung saat hujan deras turun.

"Kelep itu kita akan segera perbaiki sementara. Karena kalau nunggu BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) kapan?" katanya, seraya menambahkan bahwa aliran air dari daerah Kuningan dan Brebes membuat debit air Sungai Cisanggarung makin besar.

Salah satu desa di Kab Cirebon terdampak banjir luapan sungai Cisanggarung.

Lebih dari 2.000 rumah warga di Kabupaten Cirebon kebanjiran luapan air Sungai Cisanggarung setelah hujan lebat meliputi daerah tersebut menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Akibat Hujan Deras, Longsor dan Banjir Bandang Kepung Bandung Barat
Sebanyak empat kejadian tanah longsor dan satu kejadian banjir bandang terjadi di Kabupaten Bandung Barat sepanjang Minggu (16/2/2020).

BPBD Bandung Barat mencatat kejadian tanah longsor di antaranya terjadi di Kampung Gunung Bentang wilayah RT 04/RW 05, Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang. Kejadian longsor terjadi pada pukul 17.00 WIB.

"Longsor disebabkan hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi waktu yang lama, mengakibatkan tebing setinggi 20 meter dan lebar 25 meter mengalami longsor," kata Kepala BPDB Kabupaten Bandung Barat Duddy Prabowo, Minggu (16/2/2020).

Akibatnya empat rumah warga mengalami kerusakan. Satu di antaranya mengalami kerusakan dengan kategori sedang. Antisipasi terjadinya longsor susulan para warga yang terdampak, telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Kemudian longsor juga terjadi di Kecamatan Saguling, tepatnya tebing yang berada di Jalan arah Bojonghaleang menuju Cikande Saguling, sempat tertutup material longsor dari tebing yang mengalami pergerakan tanah dengan ketinggian 10 meter dan lebar enam meter. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya